SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

A.      LATAR BELAKANG MUNCULNYA SISTEM

Suatu sistem muncul karena adanya usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Pemenuhan kebutuhan manusia yang sangat bervariasi akan memunculkan sistem yang berbeda-beda. Kebutuhan manausia yang bersifat dasar (pangan, pakaian, papan) akan memenculkan suatu sistem ekonomi. Dalam memuaskan kebutuhan-kebutuhannya manusia membutuhkan manusia lainnya, karena pada dasarnya manusia tidak dapat memuaskan sendiri. Hubungan-hubungan dengan orang lain akan membentuk suatu jaringan hubungan yang didalamnya ada suatu sistem pengaturan.  Sistem pengaturan itu mengatur mekanisme hubungan yang terjadi. Pelajaran yang didapat adalah bahwa nilai-nilai kemasyarakatan tersebut selalu berkembang dan mempengaruhi perkembangan sistem-sistem lainnya yang ada di dalam masyarakat.

B.      PENGERTIAN SISTEM EKONOMI, CIRI-CIRI SISTEM

Apabila diperhatikan, pemakaian istilah sistem hanya menyangkut dua pokok saja yaitu menunjuk pada suatu “entitas” sesuatu wujud benda (abstrak maupun konkret, termasuk juga yang konseptual) dan sebagai suatu metode atau tatacara.

Sistem ekonomi adalah suatu bentuk organisasi yang mengatur cara-cara memecahkan berbagai masalah ekonomi  yang dihadapi sehingga tercapai kesejahteraan dan kemakmuran.

CIRI-CIRI SISTEM

Ciri-ciri sistem dapat dirumuskan sebagai berikut (Amirin, 1987:23) :

  1. Setiap sistem mempunyai tujuan
  2. Setiap sistem mempunyai “batas” yang memisahkannya dari lingkungannya
  3. Walau sistem itu mempunyai batas, akan tetapi sistem itu bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi juga dengan lingkungannya.
  4. Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem yaitu biasa pula disebut bagian, unsur, atau komponen.
  5. Walau sistem itu terdiri berbagai bagian, unsur-unsur atau komponen, tidak berarti bahwa sistem itu merupakan sekadar kumpulan dari bagian, unsur , atau komponen tersebut, melainkan merupakan suatu kebulatan yang utuh dan padu.
  6. Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan baik di dalam sistem (intern), maupun antara sistem dengan lingkungannya.
  7. Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses transformasi atau proses mengubah masukan menjadi keluaran. Karena itu maka sistem sering disebut sebagai “processor” atau “transformator”.
  8. Di dalam setiap sistem terdapat mekanisme kontrol dengan memanfaatkan tersedianya umpan balik.
  9. Karena adanya mekanisme kontrol itu maka sistem mempunyai kemampuan mengatur diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannyabakan keadaan secara otomatik.

 

C.      SISTEM PEREKONOMIAN PADA UMUMNYA

Tujuan sistem perkonomian merupakan usaha untuk mengatur pertukaran barang dan jasa yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena meningkatkan kesejahteraan rakyat itu merupakan salah satu tujuan dari politik nasional maka dengan demikian sistem perekonomian pada dasarnya merupakan bagian dari sistem politik nasional. Dalam bahasa sistem disebut sebagai subsistem dari sistem politik nasional.

Dari sejarah perkembangannya nampak jelas eratnya hubungan antara ekonomi dan politik. Ilmu Politik dan Ilmu Ekonomi merupakan suatu bidang ilmu tersendiri yang dikenal sebagai ekonomi politik. Dalam perkembangannya Ilmu Ekonomi lalu menjadi salah satu cabang Ilmu Sosial yang memiliki teori, lingkup dan metodologi yang relatif ketat dan terperinci. Pemikiran dasarnya ialah pada “kelangkaan”, maka konsekuensinya adalah bahwa ilmu ekonomi berorientasi terhadap kebijaksanaanyang rasional, khususnya dalam penentuan hubungan antara tujuan dan cara mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

D.      PEMBAGIAAN SISTEM EKONOMI

Dari sejarah perkembangannya dikenal dua sistem ekonomi (dan sekaligus dua sistem pemerintahaan) yang sangat berlawanan. Sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi perencanaan. Dalam proses asas perkembangannya muncul sistem ekonomi campuran yang intinya ingin mengatasi kelemahan dua sistem yang ada.

a.      Sistem Ekonomi Pasar

Asas pokok sistem ekonomi pasar adalah bekerjanya tangan-tangan yang tidak terlihat (the invisible hand ) yang digerakkan oleh “cinta diri” yang dikemukakan A. Smith. Asas ini dibangun diatas paham kebebasan. Buku A. Smith yang berjudul “The Theoty of Moral Sentiments” merupakan kerangka moral terhadap pemikiran ekonominya. Sistem ekonomi pasar yang dicetuskan olehnya berintikan :

  1. “Tangan yang tidak terlihat” akan menggerakan kegiatan ekonomi yaitu dengan adanya keinginan seseorang / sekelompok orang yang memberikan sebuah barang dan jasa untuk mendapatkan barang lainnya (pertukaran)
  2. Harga dalam pasar dapat goyah terutama karena hukum penawaran dan permintaan, serta keinginan pengusaha menggunakan modalnya sebaik mungkin. Oleh karena itu harga pasar dalam jangka pendek dapat sangat tinggi atau sangat rendah, tetapi dalam jangka panjang akan mencapai keseimbangan.
  3. Dalam sistem bebas seperti itu pemerintah suatu negara mempunyai tiga tugas yang sangat penting yaitu :
    1. Berkewajiban melindungi negara dari kekerasan dan serangan negara bebas lainnya.
    2. Melindungi setiap anggota masyarakat sejauh mungkin dari ketidakadilan atau penindasan oleh anggota masyarakat lainya atau mendirikan badan hukum yang dapat diandalkan.
    3. Mendirikan dan memelihara beberapa institusi atau sarana untuk umum yang tidak dapat dibuat oleh perorangan karena keuntungan yang didapat darinya terlalu kecil sehingga tidak dapat menutupi biayanya. Dengan kata lain, kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan kepada swasta.

b. Sistem Ekonomi Perencanaan

Sistem ini mendasarkan diri pada pandangan Karl Marx. Pandangan Marx sendiri dilatarbelakangi oleh keadaan dan nasib kaum buruh yang sangat meyedihkan. Seperti A.Smith, Karl Marx juga berpendapat , bahwa nasib kaum buruh yang menyedihkan itu sebagai akibat ulah para kapitalis.

Masyarakat komunis yang dicita-citakan Marx merupakan masyarakat yang tidak ada kelas sosialnya. Manusia dibebaskan dari keterikatannya kepada milik pribadi dan di masyarakat tidak ada eksploitasiny , penindasan dan paksaan.

Dalam paham komunisme, negara hanyalah alat untuk mencapai tujuan yaitu masyarakat komunisme itu sendiri. Konsekwensinya semua alat kenegaraan seperti polisi, kejaksaan digunakan untuk mencapai masyarakat komunisme itu. Konsekwensi selanjutnya adalah adanya campur tangan negara yang sangat luas dan mendalam disemua bidang kehidupan. Dalam kehudupan ekonomi campur tangan itu muncul dalam sistem perecanaan yang intinya sebagai alat untuk melaksanakan prinsip “distriibusi menurut kebutuhannya”. Dalam sistem ini pemerintah sepenuhnya menentukan corak kegiatan ekonomi yang akan dilakukan.

c.       Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ini muncul dan berkembang, dan sekarang diberlakukan baik oleh yang sebelumnya menganut sistem ekonomi pasar (negara industri Barat ) maupun oleh negara yang sebelumnya menganut sistem ekonomi perencanaan (Uni Soviet dan satelitnya). Pemberlakuan sistem ekonomi pasar yang ketat, ternyata akhirnya menimbulkan depresi ekonomi pada tahun 1930-an. Sedang dilain pihak pemberlakuan sistem perencanaan yang ketat juga tidak mampu menghilangkan kelas-kelas dalam masyarakat. Bahkan di bawah Gorbachew, Uni Soviet telah melontarkan program pembaharuan. Berdasarkan pengalaman tersebut banyak negara menganut sistem ekonomi campuran ini.

E.       SISTEM PEREKONOMIAN DI INDONESIA

Meskipun sistem perekonomian Indonesia itu sudah cukup jelas dirumuskan oleh tokoh-tokoh ekonomi Indonesia yang sekaligus juga menjadi tokoh-tokoh pemerintahaan pada awal Republik Indonesia berdiri, dalam perkembangannya pembicaraan tentang sistem perekonomian Indonesia tidak hanya berkisar pada sistem ekonomi campuran,  tetapi mengarah pada suatu bentuk baru yang disebut sebagai Sistem Ekonomi Pancasila.  Diskusi tentang Sistem Ekonomi Pancasila itu masih terus berlangsung dan menjadi tugas bangsa Indonesia untuk ikut memikirkannya.

Diskusi itu kemudian dipertegas oleh rumusan yang dicantumkan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara yang merupakan pedoman bagi kebijaksanaan pembangunan di bidang ekonomi di Indonesia. Rumusan itu berbunyi: “Pembangunan ekonomi yang didasarkan kepada Demokrasi Ekonomi menentukan bahwa masyarakat harus memegang peranan aktiv dalam kegiatan pembangunan. Oleh karenanya maka pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha, sebaliknya dunia usaha perlu memberikan tanggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang nyata.

  1. Demokrasi ekonomi yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan memiliki ciri-ciri  positiv sebagai berikut :
    1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
    2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
    3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
    4. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan pemufakatan Lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat, serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada Lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat pula.
    5. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
    6. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat
    7. Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas – batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
    8. Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
  1. Dalam Demokrasi Ekonomi harus dihindarkan ciri-ciri negativ sebagai berikut :
    1. Sistem free fight liberalism yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain yang dalam sejarahnya di Indonesia telah menimbulkan dan mempertahankan kelemahan struktural posisi Indonesia dalam ekonomi dunia.
    2. Sistem etatisme dalam mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
    3. Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Implementasi dan bentuk perekonomian Indonesia dengan demikian akan diusahakan mengarah kepada pedoman-pedoman tersebut.

 

Sumber :       Buku Perekonomian Indonesia, Penulis Drs. P.C Suroso, M.Sc , Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s